Rabu, 19 Februari 2014

0 Inilah 6 Bocah Jenius di Jagat Teknologi



Inilah 6 Bocah Jenius di Jagat Teknologi
Dunia teknologi nyatanya memang bukan milik orang dewasa saja. Anak-anak dan remaja pun kini mulai memperlihatkan ketertarikannya untuk mempelajari bidang teknologi. Bahkan, belakangan muncul sejumlah nama anak-anak di bawah umur yang memiliki kemampuan dan pengetahuan teknologi di atas rata-rata.

Mereka pun secara otomatis tidak saja bertindak sebagai penikmat teknologi, mereka justru berperan sebagai produsen dan inovator yang memperkaya khasanah jagat teknologi. Tak tanggung-tanggung banyak di antara mereka yang telah berhasil menghasilkan produk-produk bermutu yang diakui oleh perusahaan teknologi ternama dunia.

Berikut adalah daftar enam orang bocah jenius yang memiliki kemampuan mumpuni di bidang teknologi. Patut diketahui, salah satu dari keenam bocah ajaib ini berasal dari Indonesia. - See more at: http://tekno.liputan6.com/read/721469/inilah-6-bocah-jenius-di-jagat-teknologi?p=0#sthash.p7kyeuyL.dpuf

1. Lim Ding Wen

Di tahun 2009 silam, seorang programer kecil berusia 9 tahun asal Malaysia dilaporkan telah berhasil menciptakan sebuah aplikasi virtual painting bernama Doodle Kids.

Pada awalnya, Wen menciptakan aplikasi ini hanya untuk menyenangkan hati adiknya saja. Namun tanpa disangka, aplikasi tersebut justru menarik perhatian perusahaan sekaliber Apple. Aplikasi Doodle Kids pun akhirnya lolos uji dan resmi melenggang di toko aplikasi iTunes dan Apple App Store.

Bocah yang kabarnya telah mempelajari bahasa pemrograman sejak usia 7 tahun ini mengaku memahami berbagai bahasa pemrograman seperti Applesoft BASIC, GSoft BASIC, Complete Pascal, Orca/Pascal dan Objective-C. Wen sendiri kini tinggal di Singapura dan masih aktif mengembangkan beberapa aplikasi lai - See more at: http://tekno.liputan6.com/read/721469/inilah-6-bocah-jenius-di-jagat-teknologi?p=1#sthash.vRSH1ar3.dpuf

2. Zora Ball
Pasti tak ada yang menyangka kemampuan yang dimiliki bocah cantik dan imut satu ini. Di tahun 2012 kemarin, Zora Ball diakui sebagai pencipta aplikasi termuda yang pernah ada.

Di usianya yang baru menginjak 7 tahun, dia telah berpartisipasi dalam sebuah acara komunitas pengembang aplikasi yang diselenggarakan oleh University of Pennsylvania yaitu FATE Bootsrap Expo. Acara ini sebenarnya hanya boleh diikuti oleh peserta berumur minimal 12 tahun. Namun berkat kepintarannya, Zora pun diijinkan untuk turut serta.

Ia menciptakan sebuah aplikasi game yang edukatif bernama Ball. Aplikasi ini dipercaya dapat meningkatkan kemampuan matematis anak-anak berusia 7 hingga 12 tahun. - See more at: http://tekno.liputan6.com/read/721469/inilah-6-bocah-jenius-di-jagat-teknologi?p=2#sthash.09S9ybZB.dpuf

3. Steven Gonzales Jr
Memasuki umur 12 tahun, Steven Gonzales Jr didiagnosa mengidap penyakit Myelogenous Leukemia akut yang mungkin saja merenggut nyawanya. Dokter yang menangani penyakitnya mengatakan bahwa kesempatan hidup Gonzales tidak kurang dari 2% saja.

Namun vonis dokter tak membuatnya gentar, Gonjales Jr mampu melewati masa 100 hari kritisnya dan bertahan hidup. Dalam proses melawan kanker tersebut, Gonzales Jr berhasil menciptakan aplikasi game sendiri untuk membantunya melawan kebosanan di ruang isolasi selama pengobatan.

Game yang dia namakan Play Against Cancer itu bercerita tentang seorang tokoh superhero yang berperang melawan sel kanker yang diilustrasikan sebagai monster berwarna hijau. Tak hanya itu, dia juga berhasil ciptakan sebuah jejaring sosial khusus untuk pasien penderita kanker bernama The survivor Games. - See more at: http://tekno.liputan6.com/read/721469/inilah-6-bocah-jenius-di-jagat-teknologi?p=3#sthash.Reg2fluX.dpuf

4. Santiago Gonzales
Yang satu ini tak perlu diragukan lagi keahliannya dalam mengembangkan aplikasi. Santiago Gonzales yang berusia 14 tahun ini telah berhasil menciptakan kurang lebih 15 aplikasi bagi perangkat berbasis iOS. Menariknya, ke-15 aplikasi tersebut berasal dari kategori yang berbeda-beda, mulai dari game hingga edukasi.

Salah satu aplikasi besutannya yang paling populer dan banyak diunduh adalah Super Slide Puzzle. Aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk menyusun sejumlah foto dari smartphone mereka dan membentuk sebuah puzzle. - See more at: http://tekno.liputan6.com/read/721469/inilah-6-bocah-jenius-di-jagat-teknologi?p=4#sthash.1vOTIa7b.dpuf

5. Zach Marks
Kiprah Zach di dunia pengembangan aplikasi dimulai ketika ia dilarang oleh orangtuanya untuk membuat akun Facebook. Sebab, saat itu Zach masih berusia 11 tahun sedangkan Facebook membuat peraturan pembuat akun minimal telah berusia 13 tahun.

Zach pun akhirnya berambisi untuk membuat sebuah jejaring sosial sendiri untuk anak-anak. Akhirnya, di tahun 2012 kemarin ia pun berhasil menciptakan jejaring sosial khusus anak-anak bernama Grom Social.

Di bulan Desember 2012, USA Today melansir bahwa Grom Social telah berhasil mendapatkan sekitar 2000 pengunjung dan sekitar 6000 halaman di dalamnya diakses setiap harinya. - See more at: http://tekno.liputan6.com/read/721469/inilah-6-bocah-jenius-di-jagat-teknologi?p=5#sthash.4NirxncL.dpuf

6. Muhammad Yahya Harlan

Seorang bocah pemalu berusia 13 tahun dan masih duduk di kelas 1 SMP Sekolah Alam Bandung yang bernama Muhammad Yahya Harlan memperkenalkan situs jejaring sosial SalingSapa.com di tahun 2011 silam.

Putra dari Yan Harlan ini menjadi anak muda pertama dan termuda yang membuat situs jejaring sosial khusus muslim di Indonesia. Sejak usia 2 tahun, Yahya memang menyukai komputer. Selain itu, ia juga suka akan robot.

Salingsapa.com adalah situs yang dibuat atas dasar kewajiban islam untuk bersilaturahmi. SalingSapa.com memang bertujuan untuk membantu mempermudah itu. Kelebihan dari jejaring sosial ini adalah memiliki berbagai konten islami seperti fitur Al-Quran (di fitur ini kita bisa dipandu agar membaca Al-Qur’annya baik dan benar), fitur Khazanah (fitur ini berisi tentang dakwah islami), dan fitur Radiosalingsapa (radio yang berisikan siaran islami). - See more at: http://tekno.liputan6.com/read/721469/inilah-6-bocah-jenius-di-jagat-teknologi?p=6#sthash.FZxxj7HZ.dpuf

0 Kilas Balik Perang Hacker Indonesia vs Australia


Kilas Balik Perang Hacker Indonesia vs Australia



Anda pasti masih ingat dengan tragedi peperangan antara para prajurit cyber Indonesia dengan Australia sepanjang bulan November 2013. Kala itu saling serang antar-website tak bisa dihindari sehingga membuat hubungan kedua negara terkesan tak lagi harmonis.

Perang cyber itu diduga timbul karena isu penyadapan yang dilakukan badan intelijen Australia terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan sejumlah menterinya pada tahun 2009. Informasi ini terungkap dari dokumen yang dibocorkan oleh mantan pegawai National Security Agency (NSA), Edward Snowden.

Dalam bocoran dokumen itu disebutkan bahwa agen mata-mata Australia membidik Presiden SBY beserta istrinya, Wakil Presiden Boediono, dan beberapa menteri lainnya sebagai target pemantauan. Bocoran itu juga membeberkan model handset yang digunakan oleh masing-masing target, termasuk diagram `voice event` dari Presiden SBY.


Ratusan Situs Australia Diserang
Kabar itu pun memicu beragam reaksi. Kementerian Luar Negeri Indonesia langsung memanggil duta besar Autralia untuk dimintai keterangan terkait isu spionase (mata-mata) tersebut. Bahkan, Presiden SBY sempat mengungkapkan kekecewaannya dan memberikan reaksi keras.

Tak ingin tinggal diam, hacktivist asal Indonesia yang menyebut dirinya sebagai Anonymous Indonesia mengumumkan daftar ratusan situs Australia yang diklaim telah berhasil mereka bajak. Serangan ini diduga dilakukan sebagai aksi protes atas tuduhan spionase yang dilakukan pihak Kedubes Australia di sejumlah negara di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia. 

Kebanyakan situs yang menjadi korban peretasan adalah situs iklan dan bisnis kelas bawah yang tak terlalu populer di Australia, yang diperkirakan dipilih secara acak. Tak berhenti sampai di situ, Anonymous Indonesia juga melakukan serangan lanjutan yang diberi sandi perang #OpAustralia (Operation Australia). 

Serangan ini kabarnya dibantu oleh kubu Anonymous Australia yang juga mengecam tindakan spionase. Mereka pulalah yang kabarnya menggagas #OpAustralia dengan tujuan agar serangan cyber lebih terfokus pada situs-situs pemerintahan Australia, bukan situs milik sipil yang tak bersalah.

Sasaran utama dari serangan hacker Indonesia pun difokuskan pada pengambilalihan situs Badan Intelijen Autralia yaitu www.asio.gov.au. Situs tersebut pun sempat dibuat downuntuk beberapa saat oleh kelompok Anonymous Indonesia.


Diadu Domba Hacker Malaysia?
Setelah itu jagat media sosial juga diramaikan dengan ajakan memulai gerakan #OpMalaysia(Operation Malaysia). Gerakan itu bermunculan di timeline Twitter dan Facebook setelah beredar kabar bahwa para hacker Malaysia adalah dalang utama perseteruan antara kelompok Anonymous Indonesia dan Australia.

Mereka dinilai telah mengadu domba kedua belah pihak. Sebelumnya dikabarkan bahwa situs Angkasa Pura dan Garuda Indonesia sempat diretas dan kehilangan sejumlah data penting perusahaan. Dilaporkan bahwa pihak Anonymous Australia-lah yang bertanggung atas serangan tersebut. 

Namun belakangan muncul rumor yang menyebutkan bahwa para hacker asal Malaysia yang menjadi dalang peretasan dua situs penting transportasi udara Indonesia tersebut. LamanHacker News bahkan mempublikasikan video pernyataan resmi pihak Anonymous Australia yang dengan tegas menyatakan bahwa pelaku serangan cyber ke Indonesia bukanlah pihak mereka.


Situs Indonesia Diancam
Perang cyber antar hacker Indonesia dan Australia pun semakin memanas. Hal ini diperkeruh dengan munculnya sebuah video di Youtube yang berisi ancaman. Dalam video itu Anonymous Australia mengungkapkan pernyataan perang cyber dan mengancam akan mengobrak-ngabrik beberapa situs ternama Indonesia.

"Hi, Anonymous Indonesia, be prepared. Because your stupid actions, Anonymous Australia, has therefore decided that your country should be destroyed," tulis Anonymous Australia dalam video berdurasi 1 menit 4 detik itu. Dalam video tersebut mereka mengancam akan meretas beberapa portal pemerintah dan perusahaan swasta di Indonesia.

Beberapa yang akan menjadi sasaran adalah situs www.indonesia.go.id, www.kpk.go.id, www.garuda-indonesia.com, dan www.polri.go.id. Portal media online kenamaan juga turut menjadi sasaran, seperti situs www.detik.com, www.viva.co.id, www.kaskus.co.id, dan beberapa situs lainnya.

0 Hacker kecil yang jenius




Dunia hacker tak hanya melibatkan orang dewasa. Beberapa tahun belakangan ini banyak hacker cilik yang muncul ke permukaan, baik yang masuk dalam kelompok White-hat Hackers dan Black-hat Hackers. Bisa dibilang, anak kecil dan remaja dapat mempelajari banyak hal dengan lebih cepat ketimbang orang dewasa.

Baru-baru ini kejahatan cyber bahkan sudah melibatkan anak-anak dan remaja. Sebut saja remaja 17 tahun yang dilaporkan telah meretas 70 juta kartu kredit, yang diketahui menetap di wilayah perkotaan St. Petersburg, Rusia.

Dalam aksinya itu ia menanamkan malware jenis Trojan pada sistem pembayaran kartu kredit. Dengan demkian, ia dapat dengan mudah mengumpulkan data-data pemilik maupun transaksi kartu kredit yang dilakukan di sejumlah pusat perbelanjaan.

Namun di artikel serial kali ini kami menyajikan 5 hacker cilik dari berbagai negara, yang masuk dalam kelompok White-hat Hackers. Mereka adalah Lim Ding Wen, Zora Ball, Steven Gonzales Jr, Santiago Gonzales, dan Zach Marks.


Ciptakan Aplikasi Inovatif  
Hacker cilik pertama yang cukup menyita perhatian publik adalah bocah berusia 11 tahun dengan nama Lim Ding Wen. Pada tahun 2009, programer asal Malaysia ini menciptakan sebuah aplikasi virtual painting bernama Doodle Kids. 

Mulanya ia menciptakan aplikasi ini untuk menghibur adiknya, namun tak disangka aplikasi itu melenggang di toko aplikasi Apple App Store. Wen yang mengaku belajar bahasa pemrograman sejak usia 7 tahun, memahami betul bahasa kode seperti BASIC, GSoft BASIC, Complete Pascal, Orca/Pascal dan Objective-C. Wen kini diketahui menetap di Singapura dan masih aktif mengembangkan aplikasi.

Kemudian ada bocah cantik bernama Zora Ball, yang pada tahun 2012 didapuk sebagai pencipta aplikasi termuda. Kala itu programer cilik asal Philadelphia, Amerika Serikat tersebut masih berusia 7. Ia berhasil menciptakan game edukatif bernama Ball di ajang FATE Bootsrap Expo.

Mengutip laman Huffington Post, Selasa (18/2/2014), sebenarnya ajang yang diselenggarakan oleh University of Pennsylvania itu hanya boleh diikuti oleh peserta berumur minimal 12 tahun. Namun berkat kecerdasannya, Zora diijinkan untuk turut serta.


Hacker Melawan KankerYang paling memilukan adalah kisah hacker cilik bernama Steven Gonzales Jr. Memasuki usianya yang ke-12 pada tahun 2005, ia didiagnosa mengidap kanker darah Myelogenous Leukemia akut. Dokter yang menangani penyakitnya mengatakan bahwa kesempatan hidup Gonzales tidak kurang dari 2%.

Namun karena semangatnya yang besar, Gonzales berhasil melewati 100 hari masa kritisnya. Di sela-sela kesehariannya menjalani kemoterapi dan transplantasi darah, ia menciptakan aplikasi game yang diberi nama Play Against Cancer. Demikian seperti dikutip dari NBC Latino.
Game itu menceritakan seorang tokoh superhero yang berperang melawan sel kanker - diilustrasikan sebagai monster berwarna hijau. Kini memasuki usianya yang ke-19, ia beberapa kali menjadi pembicara pada sebuah konferensi `Technology, Entertainment, and Design (TED)` tentang kekuatan penyembuhan dari video game.

Tak hanya itu, programer asal Texas, Amerikas Serikat ini juga berhasil menciptakan sebuah jejaring sosial untuk pasien penderita kanker bernama The survivor Games yang dibuat khusus untuk anak-anak berusai 6 hingga 12 tahun ke atas.


Buat Belasan Aplikasi
Kemudian terdapat hacker cilik bernama Santiago Gonzales, yang pada usianya yang ke-14 tahun berhasil menciptakan sekitar 15 aplikasi berbasis iOS, baik itu berupa game maupun edukasi. Salah satu aplikasi besutannya yang paling populer adalah Super Slide Puzzle, yang memungkinkan pengguna untuk menyusun sejumlah foto dari smartphone dan membentuk sebuah puzzle.

Juga ada aplikasi edukasi Space Solar System yang dapat menampilkan gambar visual dari planet-planet di luar angkasa, lengkap dengan berbagai informasi. Dan yang terakhir adalah hacker cilik bernama Zach Marks. Kiprahnya berawal ketika ia dilarang oleh orangtuanya untuk membuat akun Facebook.

Pasalnya saat itu Zach masih berusia 11 tahun, sedangkan Facebook membuat peraturan pembuat akun minimal berusia 13 tahun. Ia pun akhirnya terinspirasi untuk membuat sebuah jejaring sosial untuk anak-anak. Pada Desember 2012, USA Today melaporkan bahwa media sosial besutannya, Grom Social, berhasil memperoleh sekitar 2000 pengunjung dan 6000 halaman yang diakses setiap harinya
- See more at: http://tekno.liputan6.com/read/829596/5-hacker-cilik-dengan-kemampuan-besar#sthash.MrHm438T.dpuf

Jumat, 07 Februari 2014

0 Adakah Hipnotis? Atau bohong belaka??


Adakah Hipnotis? Atau bohong belaka??

Baca ulasan saya:

Hal ini saya lakukan untuk menunjukkan 2 hal

1. Hipnotis bisa dilakukan dan ada (dgn bukti penonton di rumah)

2. Hipnotis dgn penonton studio atau artis2 kebanyakan adalah Bohong dan rekayasa.

Mengapa sejak dulu tidak ada pemain hipnotis yang mencoba menghipnotis penonton di rumah seperti yang saya lakukan? Mengapa hanya menggunakan penonton studio atau artis2 yg jadi ajang curhat?

Ada 2 hal:

1. Mereka palsu dan hanya berpura2

2. Mereka tdk terpikir melakukan hal ini dan mulai hari ini akan meniru saya dan dimainkan di acara TV lainnya.
(Monkey see monkey do)

Tapi intinya adalah, cerdaslah masyarakat.. Bedakan apa yg asli dan benar apa yang hanya rekayasa semata.

Hipnotis Bukan Sulap... Sulap adalah trick dan rekayasa dan kita semua tahu hal itu... Namun Pemain Hipnotis seharusnya memiliki integritas dan bukan hanya berpura pura dgn membayar penonton alay di studio untuk pura2...

Senin, 03 Februari 2014

0 7 Teknik Hacking


Salam Blogger, Thank's SObat., Masih mengunjungi bog ini sebelum saya lanjutkan, kemarin saya mendapatkan site link, ini linknya
Klik Here 
 Okeh, kita lanjutkan..! :D wkwkwkwk

1. IP Spoofing
IP Spoofing juga dikenal sebagai Source Address Spoofing, yaitu pemalsuan alamat IP attacker sehingga sasaran menganggap alamat IP attacker adalah alamat IP dari host di dalam network bukan dari luar network. Misalkan attacker mempunyai IP address type A 66.25.xx.xx ketika attacker melakukan serangan jenis ini maka Network yang diserang akan menganggap IP attacker adalah bagian dari Networknya misal 192.xx.xx.xx yaitu IP type C.
IP Spoofing terjadi ketika seorang attacker ?mengakali? packet routing untuk mengubah arah dari data atau transmisi ke tujuan yang berbeda. Packet untuk routing biasanya di transmisikan secara transparan dan jelas sehingga membuat attacker dengan mudah untuk memodifikasi asal data ataupun tujuan dari data. Teknik ini bukan hanya dipakai oleh attacker tetapi juga dipakai oleh para security profesional untuk men tracing identitas dari para attacker


2.FTP Attack
Salah satu serangan yang dilakukan terhadap File Transfer Protocol adalah serangan buffer overflow yang diakibatkan oleh malformed command. tujuan menyerang FTP server ini rata-rata adalah untuk mendapatkan command shell ataupun untuk melakukan Denial Of Service. Serangan Denial Of Service akhirnya dapat menyebabkan seorang user atau attacker untuk mengambil resource didalam network tanpa adanya autorisasi, sedangkan command shell dapat membuat seorang attacker mendapatkan akses ke sistem server dan file-file data yang akhirnya seorang attacker bisa membuat anonymous root-acces yang mempunyai hak penuh terhadap system bahkan network yang diserang


3.Unix Finger Exploits
Pada masa awal internet, Unix OS finger utility digunakan secara efficient untuk men sharing informasi diantara pengguna. Karena permintaan informasi terhadap informasi finger ini tidak menyalahkan peraturan, kebanyakan system Administrator meninggalkan utility ini (finger) dengan keamanan yang sangat minim, bahkan tanpa kemanan sama sekali. Bagi seorang attacker utility ini sangat berharga untuk melakukan informasi tentang footprinting, termasuk nama login dan informasi contact.


4. Flooding & Broadcasting
Seorang attacker bisa menguarangi kecepatan network dan host-host yang berada di dalamnya secara significant dengan cara terus melakukan request/permintaan terhadap suatu informasi dari sever yang bisa menangani serangan classic Denial Of Service(Dos), mengirim request ke satu port secara berlebihan dinamakan flooding, kadang hal ini juga disebut spraying. Tujuan dari kedua serangan ini adalah sama yaitu membuat network resour yang Menyediakan informasi menjadi lemah dan akhirnya menyerah.
Serangan dengan cara Flooding bergantung kepada dua faktor yaitu: ukuran dan/atau volume (size and/or volume). Seorang attacker dapat menyebabkan Denial Of Service dengan cara melempar file berkapasitas besar atau volume yang besar dari paket yang kecil kepada sebuah system. Dalam keadaan seperti itu network server akan menghadapi kemacetan: terlalu banyak informasi yang diminta dan tidak cukup power untuk mendorong data agar berjalan. Pada dasarnya paket yang besar membutuhkan kapasitas proses yang besar pula, tetapi secara tidak normal paket yang kecil dan sama dalam volume yang besar akan menghabiskan resource secara percuma, dan mengakibatkan kemacetan


5.Fragmented Packet Attacks
Data-data internet yang di transmisikan melalui TCP/IP bisa dibagi lagi ke dalam paket-paket yang hanya mengandung paket pertama yang isinya berupa informasi bagian utama( kepala) dari TCP. Beberapa firewall akan mengizinkan untuk memroses bagian dari paket-paket yang tidak mengandung informasi alamat asal pada paket pertamanya, hal ini akan mengakibatkan beberapa type system menjadi crash. Contohnya, server NT akan menjadi crash jika paket-paket yang dipecah(fragmented packet) cukup untuk menulis ulang informasi paket pertama dari suatu protokol


6.E-mail Exploits
Peng-exploitasian e-mail terjadi dalam lima bentuk yaitu: mail floods, manipulasi perintah (command manipulation), serangan tingkat transportasi(transport level attack), memasukkan berbagai macam kode (malicious code inserting) dan social engineering(memanfaatkan sosialisasi secara fisik). Penyerangan email bisa membuat system menjadi crash, membuka dan menulis ulang bahkan mengeksekusi file-file aplikasi atau juga membuat akses ke fungsi fungsi perintah (command function)


7.DNS and BIND Vulnerabilities
Berita baru-baru ini tentang kerawanan (vulnerabilities) tentang aplikasi Barkeley Internet Name Domain (BIND) dalam berbagai versi mengilustrasikan kerapuhan dari Domain Name System (DNS), yaitu krisis yang diarahkan pada operasi dasar dari Internet (basic internet operation).

0 Download Alarm Voice JKT48

 
JKT48 Alarm Voice bisa disimpen di HP Gan